Golongan Konsumen
Konsumen
berdasarkan tingkat daya belinya dapat digolongkan menjadi golongan bawah,
golongan menengah dan golongan menengah ke atas.
Mengkonsumsi
suatu barang atau jasa, harus nberangkat dari kebutuhan dan kecocokan konsumen.
Bagi konsumen golongan menengah ke atas, mungkin tidak memiliki problem dengan
hakpilihnya.
Namun
bagi konsumen golongan bawah, dimana kemampuan daya belinya relatif rendfah,
maka hal ini menjadi masalah. Ketidak-berdayaan konsumen golongan ini dalam
memanfaatkan hak pilihnya, bukan lataran tidak mengerti mutu suatu barang atau
jasa, tetapi karena dalam banyak hal, meskipun mereka mengetahui akan ancaman
yang terselip dari barang yang dikonsumsi, tetap saja konsumen akan
mengkonsumsi barang/jasa tersebut.
Disamping
itu hak memilih konsumen terhadap barang atau jsa, tidak akan ada artinya, bila
pengadaan barang atau jasa yang dilakukan secara monopoli. Untuk kasus yang
terakhir ini, semua golongan konsumen mengalami pembatasan dalam mempraktekkan
hak pilihnya. Namun demikian golongan konsumen dengan penghasilan rendahlah
yang akan mengalami tekanan cukup parah dalam merealisasikan haknya.
Oleh
sebab itu dalam menembus pembatasan akan hak pilih ini, sudah saatnya konsumen
menggalang kekuatan dengan meningkatkan rasa solidaritas. Karena dengan cara
penggalngan kekuatan itulah kekuatan konsumen akan dapat terwujud, misalnya
dengan melakukan boikot.