Jumat, 27 Januari 2017

Golongan Konsumen



Golongan Konsumen
            Konsumen berdasarkan tingkat daya belinya dapat digolongkan menjadi golongan bawah, golongan menengah dan golongan menengah ke atas.
            Mengkonsumsi suatu barang atau jasa, harus nberangkat dari kebutuhan dan kecocokan konsumen. Bagi konsumen golongan menengah ke atas, mungkin tidak memiliki problem dengan hakpilihnya.
            Namun bagi konsumen golongan bawah, dimana kemampuan daya belinya relatif rendfah, maka hal ini menjadi masalah. Ketidak-berdayaan konsumen golongan ini dalam memanfaatkan hak pilihnya, bukan lataran tidak mengerti mutu suatu barang atau jasa, tetapi karena dalam banyak hal, meskipun mereka mengetahui akan ancaman yang terselip dari barang yang dikonsumsi, tetap saja konsumen akan mengkonsumsi barang/jasa tersebut.
            Disamping itu hak memilih konsumen terhadap barang atau jsa, tidak akan ada artinya, bila pengadaan barang atau jasa yang dilakukan secara monopoli. Untuk kasus yang terakhir ini, semua golongan konsumen mengalami pembatasan dalam mempraktekkan hak pilihnya. Namun demikian golongan konsumen dengan penghasilan rendahlah yang akan mengalami tekanan cukup parah dalam merealisasikan haknya.
            Oleh sebab itu dalam menembus pembatasan akan hak pilih ini, sudah saatnya konsumen menggalang kekuatan dengan meningkatkan rasa solidaritas. Karena dengan cara penggalngan kekuatan itulah kekuatan konsumen akan dapat terwujud, misalnya dengan melakukan boikot.

Hak-hak Konsumen



Hak-hak Konsumen
            Hak-hak konsumen dalam praktek sehari-hari sering tidak diterapkan, baik karena ketidaktahuan atau keengganan memanfaatkannya, di pihak yang lain masih banyak produsen yang sering bertindak semena-mena di balik ketidakberdayaan dan ketidaktahuan konsumen tersebut. Meskipun, dalam banyak hal, produsen sebetulnya lebih tahu akan hal itu. Tetapi demi memperoleh keuntungan sebanyak mungkin, meskipun sifatnya sesaat, ada produsen yang bertindak di atas ketidak berdayaan konsumen.
            Berangkat dari banyak kenyataan di lapangan tersebut, maka pilihan yang paling aman adalah, membangkitkan kesadaran kita selaku konsumen pun akan menyadari arti sebuah keuatan yang selama ini mungkin belum banyak mereka jangkau.
            Bahwa transaksi jasa atau barang tidak pernah akan terjadi tanpa adanya konsumen. Bahwa bila dipandang dari sistem manjemen yang lebih modern, maka keresahan konsumen memiliki pengaruh yang sangat besar. Karena itu perusahaan atau produsen yang berorientasi pada kepentingan konsumen sajalah yang akan memiliki daya saing dan daya tahan di pasaran.
            Masalah berikutnya yaitu, apakah konsumen dapat menggalang kekuatan yang terdapat dalam dirinya? Sehingga mampu memperoleh barang maupun jasa yang bermutu, demikianpula keramahan pelayanan menjadi hal yang iutama serta menjadi orientasi yang tak terhindarkan oleh produsen.
            Apabila proses penyadaran dan penggalangan kekuatan konsumen berhasil dilakukan, maka ini akan merupakan nilai tersendiri pada kekuatan berunding konsumen, dalam hubungannya dengan produsen ataupun pemerintah. Pada akhirnya akan tercapai keseimbangan kekuatan berunding produsen-konsumen.
            Kesimbangan kekuatan berunding produsen-konsumen, akan memaksa produsen untuk bersedia memberikan jaminan bagi konsumen. Dan dapat diharapkan tidak lagi akan memberi informasi yang menyesatkan tidak seimbang, serta memaksakan kehendak Produsen terhadap konsumen.
            Adapun hak-hak yang dapat melindungi konsumen tersebut yaitu sebagai berikut
- Hak untuk memperoleh kebutuhan pokok
- Hak untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan
- Hak untuk mendapatkan informasi
- Hak untuk memilih.
- Hak untuk mendapatkan perwakilan.
- Hak untuk mendapatkan ganti rugi
- Hak untuk emndapatkan pendidikan konsumen.
- Hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat.

Pedoman Membeli Barang



Pedoman Membeli Barang
            Telitilah sebleum membeli, begitulah pepatah mengatakan. Dengan ketelitian konsumen dapat membeli barang atau jasa dengan mutu yang baik dan memuaskan. Ketelitian merupakan salah satu pedoman utama ketika seorang konsumen membeli barang atau jasa yang dibutuhkannya.
            Sebagai contoh pedioman membeli barang dengan ketelitian, misalnya ketika kita membeli roti atau makanan lainnya perhatikanlah dulu tanggal kadaluarsa yang tercantum pada label produk yang akan dibeli. Dengan cara ini kita akan mengetahui apakah makanan tersebut masih dapat dikonsumsi atau sudah tidak dapat dikonsumsi.
            Tanyakanlah terlebih dahulu harganya apabila barang yang akan kita beli tidak memilii label harga, dengan cara ini kita akan terhindatr untuk membeli barang yang terlalu mahal, karena satu jenis barang dapat diproduksi oleh beberapa produsen yang tentunya harganya pun berbeda-beda. shingga dengan cara menghetahui harga kita dapat memilih mana produk yang baik dan harganya murah.